Miris mengiris,
Mata mata melihat
Wajah jelata penuhi aura,
Diriku.
Terpaku dalam bingkisan luka,
Luka luka luka
Batin yang tersiksa
Perlahan terenggut kebahagiaan itu.
Kemana ia membawanya?
Sendiriku disini, ditengah ramainya wajah wajah
Egois
Membuatku menangis saat tertawa,
Terbungkus sepi dengan doa diatasnya
Siap sedia tuk dibandingkan,
Tapi... apakah mungkin ia lebih baik dariku?
Sekedar mencuri sedikit dariku, itukah kebanggan?
Diriku.
Ingin bercerita,
Tapi pada siapa?
Cobaku bersujud dalam sepi,
Yang seakan menghujam batin
Mencoba menangis
Terisak !
Sampai luka batin tak lagi mengiris
Sepiku.
Oleh: Dewi Hastuti
Aku Dan Hati Yang MatiAKU DAN HATI YANG MATI
Oleh : Bambang Penceng Rirotan
Ke mana aku…
Saat tangis pecah di atas mentari yang telanjang
Saat malam paling binasa mengantarkan lantunan keha ...
Aku Dan Mereka (#Pray For Gaza, Save Palestine) Puisi
Aku Dan Mereka
Aku gak tau harus buat apa
Aku bingung sekarang
Haruskah aku
menghentikan waktu??
Waktu yang telah
berlari cepat.
Aku merasa sekarang
Kal ...
SangkarSANGKAR
Oleh : Dewi Hastuti
Ketika angin tak bisa terbelenggu dalam ikatan sangkar,
dua tiga senandung kata hati ini semakin terusik hingga terbelenggu did ...
Puisi Sinarnya Oleh Dewi Hastuti
Sinarnya
Mungkin cahaya bulan tlah berpendar
Merasuki bumi dan jiwa jiwa mulia.
Obati batin yang terbakar kenangan
Merusak pikiran pahit
Juga merasuki wajahmu
Mungkin ...
Rajai Hatiku Oleh YD ArunyRAJAI HATIKU
Oleh : Y D Aruny
Jalan di tengah lagu mengalun
Dengan indah dan terkagum
Jalan cinta dalam lamunan
Indahnya sejuta malam
Kala rembulan datang
Dengan ...
0 komentar:
Posting Komentar